Tanpa tersadar, air mata ku berlinang dan mataku panas seketika, mendengar apa yang baru saja terucap...
"Kamu menganggap Kakak sebagai apa selama ini",
sungguh... Aku menganggapnya seperti Kakak ku sendiri, karena selama ini aku ga ada Kakak yang bisa ku ajak cerita dan berbagi. bersamanya kubagi segala resah dan gundah yang sanggup membuat sesak dan kini Ia menyampaikan tentang keputusan besar yang hampir saja membuat aku tidak percaya dan kalau tidak karena menghargai dirinya aku akan bereaksi tidak setuju. Alhamdulillah aku bisa mengontrol diri dan berucap sederhana "Subhanallah Kak... kalau itu yang terbaik baik bagi semua, saya setuju... Sungguh jarang ada orang yang seperti Kakak"
Dan kau mengatakan bahwa semua itu berat, berat untuk memutuskan dan butuh perjuangan untuk bisa menjalani itu semua. kutanyakan alasan keputusan tersebut, dan Ia menjawab pasti. "Kalaupun air mata yang keluar sungguh itu bukan air mata penyesalan atas sebuah keputusan itu, Air mata yang tumpah seiring harapan semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan bersama"
Ku kirim SMS, " subhanallah kak... semoga kebahagiaan sejati yang kita damba menyentuh pada maknanya yang Hakiki dimanapun dan dengan siapapun kita melangkah... Ana Uhibbukifillah..."
semoga SMS yang aku kirim tersebut, dapat memberikan penguatan tentang penggenapan setengah Dien yang sungguh butuh perjuangan yang tidak mudah, sungguh tak mudah... Apalagi dalam poligami yang belum lazim...
Robbi... Jika ini yang terbaik bagi kemaslahatan bersama, semoga diberikan kemudahan...
Posted at 04:36 pm by riza_astri